I3farming's Blog

ALL oF the farM sPot

  • Tulisan Teratas

    • Tidak ada
  • KalEndeR

    Juni 2012
    S S R K J S M
    « Jul    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Kategori

  • SocialVibe


  • Awan Kategori

  • yang paling banyak Dibaca

    • Tidak ada
  • Flickr Photos

    Luz al final del túnel

    Siena IV (The Tuscany Series) [Explore]

    More Photos
  • halaman

Arsip untuk ‘kelinci’ Kategori

PupUk Cair dari KotOran KelincI

Posted by i3farming pada Juli 1, 2009

           Kotoran hewan bukan berarti sebuah limbah. Banyak kotoran hewan yang bisa di jadikan pupuk, misalnya sapi. Ayam dll. Saya dulu membaca sebuah buku tentang pembuatan pupuk cair dari kotoran kelinci. Beginilah tahap-tahapnya :

 

1)      Tungu kotoran kelinci sampai berjamur. Tanda-tandanya yaitu adanya jamur putih.

2)      Rendam kotoran tersebut dalam air hangat dan tunggu sampai 2 malam.

3)      Kalau ada urin dicampurkan lebih baik. Dan aduk sampai jamur putih hilang.

4)      Siapkan serbuk gergaji dan saring.

5)      Campurkan serbuk gergaji ke larutan.

6)      Aduk sampai merata dan larutan tersebut sudah menjadi pupuk.

Ditulis dalam kelinci | Tinggalkan sebuah Komentar »

Penyakit Pada Kelinci dan Pengendaliannya

Posted by i3farming pada Juni 28, 2009

1)          Bisul

Penyebab         : terjadinya pengumpulan darah kotor di bawah kulit.

Pengendalian    : gunting dulu bulu yang ada di sekitar bisul lalu lakukan pembedahan atau pemecahan bisul tersebut dengan hati-hati agar keluar darah kotor selanjutnya diberi Jodium tincur setiap hari dengan mengoleskannya.

 

2)       Kudis

Penyebab         : Darcoptes scabiei. Gejala: ditandai dengan koreng di tubuh.

Pengendalian    : oleskan dengan antibiotik salep yang mengandung sulfur.

 

3)       Eksim

Penyebab         : kotoran yang menempel di kulit.

Pengendalian    : bersihkan kandang setiap hari beri lubang sirkulasi dan oleskan menggunakan salep/bedak Salicyl.

 

4)       Penyakit telinga/kangker telinga

Penyebab         : kutu.

Pengendalian    : bila tidak ditangani bisa menyebabkan kematian, pencegahan dsn meneteskan minyak nabati atau minyak cengkih setiap hari, karantina dr kelinci lain dan periksalah ke dokter hewan. Dulu kelinci saya juga pernah terkena dan akhirnya meninggal kerena kurang penanganan. Semoga itu tidak terjadi pada anda.

 

5)       Penyakit kulit kepala

Penyebab         : jamur.

Gejala              : timbul semacam sisik pada kepala.

Pengendalian    : oleskan dengan bubuk belerang.

 

6)       Penyakit mata

Penyebab         : bakteri dan debu.

Gejala              : mata basah dan berair terus.

Pengendalian    : dengan salep mata. Bilatidak ditangani bisa terjadi kebutaan.

 

7)       Mastitis

Penyebab         : susu yang keluar sedikit/tak dapat keluar.

Gejala              : puting mengeras dan panas bila dipegang.

Pengendalian    : jangan tidak menyapih anak terlalu mendadak.

 

8)       Pilek

Penyebab         : virus.

Gejala              : hidung berair terus.

Pengendalian    : penyemprotan antiseptik pada hidung.

 

9)       Radang paru-paru

Penyebab         : bakteri Pasteurella multocida.

Gejala              : napas sesak, mata dan telinga kebiruan.

Pengendalian    : diberi minum Sul-Q-nox. Dan periksalah kedokter hewan.

 

10)     Berak darah

Penyebab         : protozoa Eimeira yang ada di saluran pencernaan.

Gejala              : nafsu makan hilang, tubuh kurus, perut membesar dan mencret darah.

Pengendalian    : diberi minum sulfaquinxalin dosis 12 ml dalam 1 liter air.

 

11)       leher bengkok kesamping

Penyebab         : suasana yang terlalu ramai disekitar kandang

Pengendalian    : jauh kan kandang dari keramaian.

Ditulis dalam kelinci | Tinggalkan sebuah Komentar »

BUDIDAYA KELINCI

Posted by i3farming pada Juni 27, 2009

Sejarah

           

Zaman semakin berubah, kelinci yang dahulunya adalah binatang liar kini menjadi jinak dan dipelihara. Kelinci dijinakkan sudah 200 tahun lalu dan dibawa ke Indonesia oleh bangsa eropa. Banyak manfaat dari kelinci misalnya untuk pedaging, penghasilkulit, keindahan dll. Hampir diseluruh dunia kelinci dapat hidup karena adaptasinya yang baik terhadap cuaca dan iklim.

 

Klasifikasi 

         

Menurut sistem Binomial, bangsa kelinci diklasifikasikan sebagai berikut :

Ordo : Lagomorpha

Famili : Leporidae

Sub famili : Leporine

Genus : Lepus, Orictolagus

Spesies : Lepus spp., Orictolagus spp.

 

Manfaat

 

  1. Sebagai pedaging            : Californian, American chinchilla, English spot,  new zealand white, Belgian, Flemish giant.
  2. Sebagai penghasil bulu : American rex, Anggora,
  3. sebagai pet                     : Dutch,  Anggora, English spot.

 

Persyaratan Pemeliharaan

 

Yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak kelinci adalah persiapan lokasi yang sesuai, pembuatan kandang, penyediaan bibit dan penyediaan pakan.

Penyiapan Sarana dan Perlengkapan.

Fungsi kandang sebagai tempat berkembangbiak dengan suhu ideal 21° C, sirkulasi udara lancar, lama pencahayaan ideal 12 jam agar penyakit dapat terhilang oleh sinar matahari lebih bagus bila sinar matahari masuk dan membuat kandang kuat agar terlindung dari predator.

Kandang juga harus kering agar kelinci terhindar dari penyakit pilek atau penyakit kulit. Kandang harus dibersihkan setiap hari agar kotorang tidak menumpuk.

 

 

Kandang

 

Menurut kegunaan, kandang kelinci dibedakan menjadi kandang induk. Untuk induk/kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya, kandang jantan, khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar dan Kandang anak lepas sapih. Untuk menghindari perkawinan awal kelompok dilakukan pemisahan antara jantan dan betina. Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.

     Jenis kandang :

1. Kandang sistem postal : tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam   ruangan dan cocok untuk kelinci muda. Dan mudah membuat dan membelinya.

 

2. Kandang sistem ranch ; dilengkapi dengan halaman pengumbaran. Jadi kelinci dapat leluasa dan lebih luas.

 

3.Kandang battery; mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

 

Pemberian Pakan

 

Jenis pakan yang diberikan meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi, daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan, jerami dapat diberikan pula agar pertumbuhan gigi tidak terlalu cepat. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya terutama pada kelinci hamil.

 

 

Reproduksi

 

Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu kawin pagi/sore.

hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

Untuk mendapat keturunan yang lebih baik dan mempertahankan sifat yang spesifik maka pembiakan dibedakan dalam 3 kategori yaitu:

 

1. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.

 

2. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.

 

3. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan

perpaduan 2 keunggulan bibit.

 

Proses Kelahiran

Pada waktu melahirkan harus tersedia tempat untuk beranak. Tempat dapat dibuat dengan membuat kotak kubus yang berlubang. Setelah perkawinan kelinci akan mengalami kebuntingan selama 29-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan, bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor/kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas. Pemisahan berdasar kelamin perlu untuk mencegah dewasa yang terlalu dini.

Ditulis dalam kelinci | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.